Sayuran merupakan salah satu sumber nutrisi dan gizi yang didapatkan dari berbagai jenis tanaman sayur. Berbagai kandungan dan manfaat yang terkandung di dalamnya sangatlah dibutuhkan oleh tubuh manusia. Sehingga berbagai jenis sayur mayur menjadi kebutuhan pokok sehari-hari yang selalu dibutuhkan.

Jenis sayur mayur yang Anda dapatkan dan konsumsi setiap harinya berasal dari para petani sayur. Mereka adalah sumber utama sayur tersebut berasal dan dibudidayakan sehingga, penyediannya tetap terjaga. Banyak jenis tanaman sayur yang ditanam, sehingga Anda akan menemukan lebih dari satu jenis sayur mayur.

Perlu Anda ketahui bahwa sayur digolongkan dalam beberapa kelompok. Pengelompokan tersebut sesuai dengan sumber nutrisi dan bagian yang dikonsumsi atau diolah dari sayur tersebut. Sehingga penting untuk Anda ketahui agar dapat membedakannya. Karena pada umumnya sayur tidak semua berwarna hijau, ada beberapa sayur yang memiliki warna selain hijau.

Untuk mengetahui kelompok penggolongan dari jenis sayur mayur. Berikut ini bisa Anda simak penjelasan lengkapnya.

1. Sayuran Umbi

Jenis sayur umbi-umbian, sumber lemonilo.com
Jenis sayur umbi-umbian, sumber: lemonilo.com

Umbi adalah organ tumbuhan yang mengalami perubahan ukuran dan bentuk (“pembengkakan”) sebagai akibat perubahan fungsinya. Perubahan ini berakibat pula pada perubahan anatominya (sumber: wikipedia).

Dari pengertian tersebut tentunya Anda sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan umbi. Lebih jelasnya sayuran umbi berbeda dengan jenis sayuran pada umumnya. Dimana hasil dari bagian yang akan dikonsumsi berkembang di atas permukaan tanah. Sedangkan untuk sayuran umbi kebalikannya yaitu, berkembang di bawah permukaan tanah untuk bagian yang dikonsumsi.  

Jenis sayuran umbi yang pada umumnya telah banyak dikonsumsi dan diketahui seperti kentang, wortel, lobak, radis, dan umbi bit. Masih banyak lagi sayuran umbi lainnya namun, Anda harus bisa membedakan sayuran ini. Karena ada jenis umbi-umbian yang sama tapi, tidak masuk dalam penggolongan jenis sayuran.

2. Sayuran Umbi Lapis

Bawang merah, sumber bobo.grid.id
Bawang merah, sumber: bobo.grid.id

Masih dalam jenis sayuran umbi dimana, ada sayuran umbi yang berbeda. Perbedaannya pada bagian umbinya yang tersusun dari lapisan-lapisan hingga membentuk umbi secara sempurna. Untuk jenis umbi yang satu ini bisa dikatakan cukup terbatas variasinya.

Hal tersebut bisa dibuktikan dengan jumlah jenis sayuran yang memiliki umbi lapis dengan umbi biasa. Sayuran umbi lapis yang sudah banyak dikonsumsi dan digunakan seperti bawang merah, bawang putih, dan bawang Bombay.

Jenis sayuran umbi lapis banyak digunakan sebagai bahan penyedap dari sebuah makanan. Jadi, Anda tentunya tidak akan heran jenis sayuran tersebut sering dipadukan dengan berbagai olahan makanan. Tujuannya tentu untuk memperkuat cita rasa dari makanan sehingga terasa lezat dan nikmat.

3. Sayuran Batang

Sayuran seledri, sumber klikdokter.com
Sayuran seledri, sumber: klikdokter.com

Jenis sayuran yang bagian utama untuk dikonsumsi terletak pada bagian batang tanamannya. Untuk mengetahui lebih jelasnya sayuran batang adalah tumbuhan yang terdiri dari buku dan ruas. Maksudnya adalah bentuk bagian batang tumbuhan sayuran tersebut yang merupakan susunanannya.

Ciri utama dari sayuran batang ini adalah daunnya yang menempel langsung pada batang (buku) tanamannya. Umumya jenis sayuran batang yang paling sering dijumpai dan sudah sangat familiar memiliki warna hijau. Dengan warna hijau yang muda atau tua Anda bisa membedakan kualitasnya.

Contoh sayuran batang seperti rebung (tunas bambu), asparagus, batang seledri, adas, kecambah, dan lain sebagiannya. Jenis sayuran seperti ini membutuhkan olahan yang khusus agar tidak merusak kandungan gizinya.

4. Sayuran Daun

Jenis sayuran daun, sumber istockphoto.com
Jenis sayuran daun, sumber: istockphoto.com

Hampir sama dengan sayuran batang hanya saja bagian utama yang paling banyak dikonsumsi terletak pada bagian daunnya. Batang tanaman dari sayur ini juga masih tetap bisa dikonsumsi. Jenis sayuran daun menjadi sayuran yang mudah dijumpai.

Mudah ditanaman dan diolah membuat banyak para petani menanam jenis sayuran daun. Hal ini juga didukung dengan proses panenanya yang cepat dan mudah dalam proses perawatannya. Sehingga untuk jumlah persediannya selalu tercukupi untuk berbagai kebutuhan pokok.

Contoh sayuran daun seperti sawi, bayam, kangkung, kubis, kol, dan masih banyak lagi jenis lainnya. jenis sayuran daun juga telah banyak diterapkan untuk media tanam hidroponik untuk menghasilkan sayuran organik yang memiliki kualitas baik.

5. Sayuran Buah

Jenis sayuran buah, sumber lemonilo.com
Jenis sayuran buah, sumber: lemonilo.com

Untuk jenis sayuran satu ini bagian yang dikonsumsi untuk dijadikan sebagai sayur adalah buahnya. Sedangkan untuk bagian batang dan daun dari tanaman ini tidak dikonsumsi. Buah yang dihasilkan dari tanaman sayuran melalui proses penyerbukan pada bagian bunga.

Untuk membedakan sayuran ini dengan jenis sayuran lainnya sangatlah mudah. Dimana bentuk dan tampilan dari sayuran buah sangat mudah untuk dikenali. Terdapat berbagai jenis sayuran buah yang  mudah untuk dijumpai.

Proses penanaman sayuran buah dilakukan dengan perhatian khusus. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh kualitas buah yang baik dan terhindar dari serangan hama. Comtoh sayuran buah seperti tomat, ketimun, paprika, cabai, labu siam, dan masih banyak lagi jenis sayuran buah lainnya.

6. Sayuran Bunga

Sayuran kembang kol, sumber klikdokter.com
Sayuran kembang kol, sumber: klikdokter.com

Jenis sayuran yang dihasilkan dari bunga tanamannya melalui proses perkembangbiakan generatif. Masih banyak yang belum mengetahui bahwa jenis sayuran ini juga banyak dibudidayakan atau ditanam oleh para petani.

Hanya saja tidak semua kondisi wilayah atau tanah yang digunakan cocok buat ditanam sayuran bunga. Butuh perawatan khusus untuk dapat memperoleh hasil yang berkualitas dari sayuran bunga. Tanah yang lembab akan sangat cocok untuk menanam sayuran jenis ini.

Bagian yang dokonsumsi umumnya hanya pada bunganya saja. Untuk contoh sayuran bunga seperti bunga turi, brokoli, bunga kol, bunga/jantung pisang, dan lain sebagainya. Menjadi salah satu jenis sayuran yang memiliki cita rasa unik dan lezat bila diolah secara tepat.

7. Sayuran Polong

Sayuran buncis, sumber medcom.id
Sayuran buncis, sumber: medcom.id

Jenis sayuran yang bagian pada biji buahnya dapat dikonsumsi. Berbeda dengan sayuran buah yang bagian bijinya tidak dapat dikonsumsi. Menjadi salah sayu jenis sayuran yang variasianya tidak terlalu banyak. Sehingga hanya sayuran tertentu saja yang bisa dikategorikan sebagai sayuran polong.

Untuk budaya dari sayuran polong juga telah banyak dilakukan oleh para petani. Sehingga untuk medapatkannya sangatlah mudah dant tidak susah. Contoh sayuran polong seperti buncis, kacang panjang, kacang merah, dan kedelai.

8. Sayuran Jamur

Sayuran jamur, sumber opini.id
Sayuran jamur, sumber: opini.id

Terakhir ada sayuran jamur yang sangat berbeda dengan sayuran yang telah dibahas sebelumnya. Dimana jamur merupakan sayur parasite yang tumbuh pada bagian tumbuhan lain. Hal tersebut dilakukan agar jamur dapat berkembang, karena sumber makanannya tidak dapat diolah sendiri.

Perlu diperhatikan hanya jenis sayuran jamur tertentu yang aman untuk dukonsumsi. Contoh sayuran jamur seperti jamur merang, jamur kancing, jamur tiram, jamur kuping dan beberapa jenis jamur lainnya.

Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, berbagai jenis sayur mayur ditanaman dan dirawat dengan cara yang tepat. Salah satunya dengan penggunaan pupuk hayati yang merupakan alternatif dari pupuk organik. Dengan begitu sayuran akan tumbuh sempurna dengan hasil yang memiliki kualitas baik.

Semoga dengan penjelasan yang telah disampaikan dapat bermanfaat dan berguna bagi Anda.